
21 Maret 2025 10:50 pm
Bisakah Yogurt dan Madu Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes atau Orang dengan Intoleransi Laktosa?
Yogurt dan madu dikenal sebagai makanan sehat yang kaya manfaat. Namun, bagi penderita diabetes atau orang dengan intoleransi laktosa, muncul pertanyaan: Apakah aman mengonsumsi yogurt dan madu? Yuk, kita bahas lebih dalam!
Yogurt untuk Penderita Diabetes dan Intoleransi Laktosa
Kandungan Gizi dalam Yogurt
Yogurt merupakan produk fermentasi susu yang kaya akan probiotik, protein, kalsium, dan vitamin B. Namun, beberapa jenis yogurt juga mengandung gula tambahan yang dapat berdampak pada kadar gula darah.Menurut American Diabetes Association (ADA), yogurt bisa menjadi pilihan sehat bagi penderita diabetes asalkan memilih yogurt tanpa tambahan gula. Greek yogurt tanpa pemanis, misalnya, memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dan protein yang lebih tinggi, sehingga lebih aman untuk kadar gula darah. Protein dalam yogurt membantu memperlambat penyerapan glukosa, yang dapat mencegah lonjakan gula darah.Selain itu, yogurt rendah laktosa atau yogurt berbasis nabati seperti almond, kedelai, atau kelapa menjadi alternatif yang lebih aman bagi penderita intoleransi laktosa. Proses fermentasi dalam yogurt juga menghasilkan enzim laktase, yang membantu memecah laktosa sehingga lebih mudah dicerna.
Jenis Yogurt yang Aman untuk Penderita Diabetes dan Intoleransi Laktosa
- Greek Yogurt Tanpa Pemanis – Tinggi protein dan rendah karbohidrat.
- Yogurt Plain Tanpa Tambahan Gula – Pilihan terbaik untuk mengontrol kadar gula darah.
- Yogurt Berbasis Nabati – Almond, kedelai, dan kelapa bisa menjadi alternatif bebas laktosa.
- Kefir – Susu fermentasi yang kaya probiotik dan lebih mudah dicerna.
Bagaimana dengan Madu?
Madu memang alami, tetapi tetap mengandung gula. Apakah aman untuk penderita diabetes? Jawabannya tergantung pada jumlah konsumsi dan kadar gula darah masing-masing individu.
Indeks Glikemik Madu vs. Gula Pasir
Menurut penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), madu memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih rendah dibandingkan gula pasir. Artinya, madu meningkatkan kadar gula darah lebih lambat dibandingkan gula biasa. Berikut perbandingan indeks glikemik:
- Gula Pasir: IG sekitar 60-70
- Madu: IG sekitar 50-55 (tergantung jenisnya)
- Madu Murni memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis buatan.
Madu juga memiliki senyawa antiinflamasi dan antibakteri yang dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan. Namun, tetap harus dikonsumsi dengan porsi kecil oleh penderita diabetes. Porsi yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 1 sendok teh per hari atau sesuai dengan rekomendasi dokter.
Kesimpulan: Apakah Aman?
✅
Yogurt tanpa gula tambahan aman untuk penderita diabetes dan bisa dikonsumsi oleh orang dengan intoleransi laktosa (terutama yogurt fermentasi alami atau berbasis nabati).
✅
Madu bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah kecil, tetapi tetap harus berhati-hati dan memperhatikan kadar gula darah.
✅
Bagi yang intoleran terhadap laktosa, pilih yogurt rendah laktosa atau alternatif nabati.
Tips Konsumsi Aman untuk Penderita Diabetes dan Intoleransi Laktosa
- Pilih yogurt tanpa pemanis tambahan dan periksa label nutrisinya.
- Gunakan madu murni secukupnya, bukan madu yang sudah dicampur dengan pemanis lain.
- Cek kadar gula darah setelah mengonsumsi madu atau yogurt untuk mengetahui respons tubuh.
- Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum menambahkan madu atau yogurt ke dalam diet harian.
Jika ragu, selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan.Makan sehat, tetap bijak, dan dengarkan tubuhmu! 😊